Skip to main content

6 cara membuat blog

Atau lanjutkan scroll ke bawah kalau anda ingin membaca secara berurutan. 1. Tentukan topik utama blog Anda mungkin akan berpikir tahap ini sepele… cuma milih topik. Padahal kenyataannya tahap ini yang paling penting dalam persiapan. Mari saya beritahu 1 fakta: Setiap hari ada 2,73 Juta konten baru yang diterbitkan blog dari seluruh dunia. Lebih dari 70% dari blog-blog tersebut hanya mendapatkan kurang dari 5.000 pengunjung per bulan, atau sekitar 150 per hari. Atau lanjutkan scroll ke bawah kalau anda ingin membaca secara berurutan. Kira-kira apa penyebabnya? Ini akarnya: Topik blognya tidak jelas, berantakan Topiknya tidak menarik bagi banyak orang Topik yang dipilih tidak mereka kuasai/minati sehingga isi blognya juga jadi tidak berkualitas Begini…Kalau anda memilih topik yang tidak anda mengerti, akibatnya: Membuat konten rasanya jadi berat Konten yang sudah dibuat jadi tidak berkualitas Anda akan cepat bosan Coba saja kita gunakan logika. Kalau kita tidak tertarik dan tidak tahu apa-apa tentang suatu topik, apa mungkin kita bisa mengajarkan topik tersebut kepada orang lain dan membuat mereka 2. Pilih platform blog yang tepat untuk anda Salah satu proses terberat dalam memulai blog sudah kita lewati. Sekarang kita masuk ke yang lebih mudah. Teknologi jaman sekarang sudah canggih. Dengan menggunakan platform blogging, anda bisa menulis di blog seperti menulis di Microsoft Word. Ini 3 pilihan yang paling populer: Blogspot — hosted WordPress.com — hosted WordPress.org — self-hosted Masih ada puluhan platform blogging lainnya, tapi saya tidak akan mempersulit pilihan anda dengan membahas yang kurang populer. Perhatikan 2 istilah ini: hosted dan self-hosted. Apaan tuh? Hosted berarti blog anda ‘menumpang’ di website mereka. Jadi anda tidak akan punya website m? Sangat sulit…apalagi bagi pemula. 2. Pilih platform blog yang tepat untuk anda Salah satu proses terberat dalam memulai blog sudah kita lewati. Sekarang kita masuk ke yang lebih mudah. Teknologi jaman sekarang sudah canggih. Dengan menggunakan platform blogging, anda bisa menulis di blog seperti menulis di Microsoft Word. Ini 3 pilihan yang paling populer: Blogspot — hosted WordPress.com — hosted WordPress.org — self-hosted Masih ada puluhan platform blogging lainnya, tapi saya tidak akan mempersulit pilihan anda dengan membahas yang kurang populer. Perhatikan 2 istilah ini: hosted dan self-hosted. Apaan tuh? Hosted berarti blog anda ‘menumpang’ di website mereka. Jadi anda tidak akan punya website murni milik sendiri, dan alamat blog anda seperti ini: blogsaya.blogspot.com Self-hosted kebalikannya. Anda membuat website sendiri dengan platform bernama WordPress. Website tersebut akan 100% jadi milik anda, tetapi anda harus membayar untuk nama domain dan hostingnya. Kalau kita ibaratkan, seperti rumah dan apartemen: Perbandingan hosted dan self hosted Hmm…oke, lalu pilih mana? Jawabannya dibahas satu per satu dalam panduan ini: BAB 2 Memilih Platform Banyak pemula yang sering dibuat bingung ketika ingin memilih platform blog, karena di internet menurut orang berbeda-beda. Di panduan ini dibahas satu per satu mana yang paling tepat untuk anda sendiri. BACA BAB 2 › Secara singkat, kalau anda tidak ingin pindah halaman, ini kelemahan dan kelebihan dari masing-masing jenis platform: Pilih platform hosted (WordPress.com atau Blogger) kalau anda: Sama sekali tidak ingin keluar biaya (meskipun tidak banyak) Rela dengan fitur yang terbatas Rela dengan tampilan yang juga terbatas Rela nama website anda menjadi seperti ini: namawebsite.blogspot.com Rela website anda dihapus sewaktu-waktu (kalau anda melanggar aturan) Sebaliknya, pilih platform self-hosted (WordPress.org) kalau anda: Punya modal sekitar Rp 300ribu per tahun (untuk domain dan hosting) Ingin punya website yang 100% milik anda Ingin bisa mengubah tampilan dengan leluasa Ingin bisa menambahkan fitur-fitur apapun yang anda butuhkan Ingin membuat blog yang terlihat lebih kredibel Itu hanya sekilas saja. Untuk membaca perbandingan lengkap serta mitos-mitosnya, klik di sini. Karena sangat fleksibel, WordPress self-hosted juga sering digunakan untuk fungsi yang lebih daripada sekedar blog. Misalnya berjualan online, website bisnis, komunitas, dan lain-lain. Saya pribadi selalu menyarankan supaya orang yang serius blogging untuk menggunakan self-hosted dari WordPress.org, karena akan lebih bagus dalam jangka panjang.3. Tentukan penyedia layanan hosting dan domain Buat anda yang belum pernah dengar istilah ini: Domain: nama/alamat website anda. Blog ini domain-nya PanduanIM.com. Hosting: tempatnya file-file blog anda disimpan. Seperti harddisk kalau di komputer. Pengertian aslinya lebih kompleks, tapi jangan ambil pusing. Keduanya menggunakan sistem sewa. Artinya anda perlu membayar setiap bulan/tahun ketika anda menyewa domain dan hosting. Tidak ada pilihan bayar sekali untuk seumur hidup. Peranannya vital untuk blog. Tentunya anda tidak ingin blog yang anda buat sering mengalami masalah seperti mati mendadak, atau tidak bisa diakses secara tiba-tiba. Jadi, pilih penyedia domain dan hosting yang terpercaya. Ini beberapa layanan domain dan hosting internasional yang biasanya direkomendasikan untuk pemula: Domain: NameCheap Hosting internasional: BlueHost atau HostGator Hosting Indonesia: Niagahoster (gratis domain) Kalau anda membuat blog berbahasa Inggris, gunakan hosting internasional. Sedangkan untuk blog Indonesia gunakan hosting Indonesia. 4. Tentukan nama domain Nama domain akan selalu melekat pada blog anda. Meskipun masih bisa diganti, tetapi bakal repot dan kalau salah bisa fatal akibatnya. Maka dari itu sebaiknya tentukan matang-matang nama domain di awal. Ini 7 hal yang harus anda perhatikan: Sesuaikan dengan topik blognya Hindari nama yang mirip dengan website populer Mudah ditulis, diingat, dan diucapkan Sebisa mungkin gunakan .com Hindari tanda strip/minus (-) dan angka Jangan gunakan merek milik orang lain Cek juga ketersediaan username-nya di jejaring sosial Beberapa orang mungkin tidak akan setuju dengan saya pada poin ke-4, karena sebetulnya ada ekstensi lain selain .com yang juga bagus. Misalnya .org, .net, .co, .id, dsb. Tapi alasan saya memilih .com karena merupakan yang paling diingat. Saya punya blog dengan akhiran .co, .net, dan .org, tapi kenyataannya banyak juga orang yang salah ketik…yang mereka masukkan justru .com. Jadi dahulukan .com, gunakan yang lain sebagai opsi terakhir. Oh ya, hindari tanda strip (-) dan angka di domain karena orang-orang akan menganggap keduanya sebagai blog spam. KECUALI apabila memang brand anda menggunakan salah satunya. 5. Instalasi blog self-hosted dengan platform WordPress Sekarang kita masuk langkah-langkah membuat blog. Dalam artikel ini saya akan menggunakan NameCheap, HostGator, dan WordPress (self-hosted) sebagai contoh. Anda bisa menggunakan layanan hosting dan domain lain karena tidak jauh berbeda. Membuat blog yang hosted tidak perlu saya jelaskan lagi karena anda hanya tinggal mengikuti panduan yang sudah langsung ada di websitenya: Blogspot — (panduan resmi, B. Inggris) WordPress.com — (panduan resmi, B. Inggris) Langsung saja, silahkan menuju panduan berikut untuk mempelajari prosesnya secara lengkap: BAB 3 Instalasi WordPress Proses ini sebetulnya tidak sulit, tapi kemungkinan besar anda belum pernah melakukan yang seperti ini sebelumnya. Jadi silahkan ikuti panduan ini untuk melihat seperti apa prosesnya secara lengkap. BACA BAB 3 › Atau ikuti panduan di bawah ini kalau anda ingin yang lebih kilat. Langkah 1 – Sewa layanan hosting Kalau anda ingin menggunakan Niagahoster, lihat video panduan di bawah: Atau, untuk HostGator, baca panduan di bawah ini: Silahkan menuju HostGator kemudian klik tombol kuning “get started now”, anda akan diarahkan ke pilihan paket. Pilihan Paket HostGator Saya menyarankan untuk memilih paket yang termurah untuk pemula. Jadi, pilih Hatchling Plan. Pilih durasi sesuai kebutuhan anda, kemudian klik tombol untuk lanjut. Selanjutnya anda akan memilih domain… Kalau anda belum punya domain, anda bisa sekalian mendaftarkan di HostGator. Sedangkan kalau anda sudah punya domain, di bagian paling atas, masukkan nama domain yang anda inginkan atau pilih tab “I Already Own This Domain”. Memilih Domain HostGator Lanjut ke bawahnya, di nomor 3 masukkan data diri anda dan pilih metode pembayaran, kartu kredit atau PayPal. Kemudian hilangkan centang di nomor 4 untuk layanan yang tidak anda inginkan. Kalau anda punya kupon, masukkan di nomor 5. Biasanya HostGator menyediakan kupon yang berbeda tiap bulannya, ada baiknya anda mencari kupon diskonnya terlebih dahulu di Google dengan kata kunci “HostGator coupon code”. Seringkali diskonnya sampai 50%. Centang di persetujuan Terms of Service dan klik tombol Checkout Now untuk melanjutkan pembayaran. Pembayaran Selesai Setelah pembayaran selesai, anda akan diteruskan ke halaman di atas. Klik tombol kuning untuk masuk ke Customer Portal. Jangan lupa periksa email anda juga untuk melihat detail akun anda termasuk password. Simpan email ini karena kemungkinan akan anda butuhkan lagi. Langkah 1a – Mengarahkan domain ke hosting Ini hanya kalau anda tidak beli domain langsung di tempat hosting! Setelah membeli hosting, anda akan mendapatkan 2 atau lebih Nameserver melalui email. Contohnya 3323.hostgator.com. Catat nameserver ini. Login ke registrar domain anda, dalam contoh ini saya gunakan NameCheap. Kemudian klik nama domain yang anda ingin ubah. Mengubah nameserver Klik Domain Name Server Setup (kalau anda menggunakan layanan domain lain biasanya namanya bisa juga DNS atau Nameserver) Masukkan name server yang anda dapatkan dari hosting Klik save Langkah 2 – Instalasi Wordpress dalam 77 detik Silahkan lihat video ini Kalau anda membeli dari HostGator sesuai panduan tertulis di atas, ikuti instruksi berikut: Setelah membeli hosting dari HostGator, anda akan dikirimkan email berupa link alamat CPanel anda beserta username dan passwordnya. Buka http://namawebsite.com/cpanel di browser anda (Ganti namawebsite ini sesuai domain yang anda beli) Masukkan username dan password yang diberikan, silahkan ganti passwordnya sesuai dengan selera anda. Atau biarkan, asal anda bisa ingat. Kemudian anda akan tiba di halaman ini: Instalasi WordPress HostGator Sepertinya rumit karena banyak tombol dan gambar, tapi jangan khawatir. Instalasi WordPress hanya tinggal 2 klik lagi! Pertama, klik tombol yang saya beri warna kuning di gambar di atas… anda akan masuk ke halaman ini: Instalasi WordPress 2 Masukkan data blog baru anda, kemudian klik Install Now. SELESAI! Setelah itu, anda akan diberikan link menuju Dashboard instalasi WordPress anda beserta username dan passwordnya. Selamat, anda sudah berhasil menginstall WordPress! 6. Memahami WordPress setelah instalasi Setelah proses instalasi di atas, anda mungkin akan merasa bingung harus menuju kemana untuk menerbitkan konten baru. Ini beberapa petunjuk untuk mempelajari WordPress. Silahkan menuju halaman ini untuk mempelajari semua dasar-dasar WordPress sampai anda bisa menerbitkan post dan mengganti tampilannya: BAB 4 Dasar-Dasar WordPress Setelah instalasi, tentunya anda ingin melakukan sesuatu di website baru anda seperti menulis artikel atau mengganti tampilan. Silahkan ikuti seri panduan ini untuk mengetahui dasar-dasar WordPress.. BACA BAB 4 › (Lihat daftar isi di sebelah kanan halaman tersebut untuk ke bab lain) Lanjutkan ke bawah kalau anda ingin yang lebih cepat tapi tidak terlalu mendetail: a. Masuk ke dashboard WordPress Dashboard adalah tempat dimana seorang admin mengelola blog WordPress-nya.

Comments